Thursday, February 20, 2014

6 Tips Memotret Wajah

Kadangkala kita diminta memotret wajah teman atau kenalan yang memiliki karakteristik wajah yang khas (dalam pengertian kurang baik, misalnya: hidung yang pesek, pipi tembem, kupingnya gede dll) – karena tiada manusia yang sempurna.
Kita bisa mencoba beberapa teknik pemotretan tertentu agar teman tadi tetap kelihatan oke, teknik pemotretan ini bertujuan mengurangi “efek negatif” dari karakteristik yang sudah disebutkan tadi.

Berikut tipsnya:
  1. Jika kepala teman anda botak, potretlah dari angle yang rendah (kamera agak mendongak keatas) dan jika anda menggunakan pencahayaan tambahan, usahakan agar tidak ada sumber cahaya yang memantul di kepalanya
  2. Jika wajahnya memiliki kerutan yang banyak, gunakan sumber cahaya yang arahnya dari depan, bukan dari samping. Cahaya yang datang dari samping akan memperjelas tekstur kerutan ini
  3. Jika teman anda telinganya gede, aturlah pose mereka supaya hanya satu telinga yang terlihat dan usahakan agar telinga yang terlihat ini tidak tampak menonjol
  4. Jika teman anda pesek, potretlah dari depan dan aturlah pose-nya agar muka menatap lurus ke depan.
  5. Jika teman anda dagunya berlipat dua, aturlah pose-nya agar menatap lurus ke kamera dan usahakan agar kepala agak condong ke depan sehingga lipatan dagu berkurang
  6. Jika wajah teman lumayan tembem, kasih tahu supaya diet (he he) lalu aturlah pose-nya agar menatap serong ke kanan atau kiri namun jangan sampai lurus ke samping, serong sedikit saja.
kredit foto; sektor dua
catatan: foto diatas hanya sebagai contoh, modelnya cantik dan tidak ada masalah apapun dengan wajahnya.

Friday, December 7, 2012

ultrabook


TEMPO.CO, Jakarta- Pada akhir tahun ini, pasar komputer Indonesia, khususnya kategori laptop, bakal kebanjiran sekitar 140 jenis produk berbasis Windows 8. Mayoritas produk tersebut menggunakan prosesor Intel.
Bryan Deaner, Brand Manager Intel Corporation, mengatakan laptop yang masuk kategori ultrabook generasi terbaru ini berbasis prosesor Intel generasi ketiga atau yang biasa dikenal dengan Sandy Bridge.

»Banyak eksperimentasi dan inovasi pada generasi ini," kata Bryan kepada wartawan pada akhir pekan lalu. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi ini memiliki dua fungsi, yakni sebagai laptop dan tablet.

Ultrabook jenis baru yang akan masuk pasar Indonesia, antara lain, Asus Taichi, Dell XPS Duo 12, dan Sony Vaio Duo 11. Ketiganya memiliki daya tahan baterai minimal 5 jam dan aktif dari keadaan tertidur dalam 7 detik.



Fitur baru yang ditanamkan di ultrabook ini adalah kemampuan streaming data ke televisi secara nirkabel, teknologi antipencuri, USB 3.0 untuk transfer data berkecepatan tinggi, Windows 8, dan prosesor Intel generasi ketiga.
Dari ketiga ultrabook tersebut, Asus Taichi, yang dihargai US$ 1.729 (sekitar Rp 16,5 juta), adalah paling ramping. Ada dua pilihan layar, yaitu 11,6 inci dan 13,3 inci, dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel. Asus juga menyertakan teknologi 10 jari sentuh. Artinya, layar bisa memproses 10 perintah sekaligus.
Layarnya menghiasi dua sisi, depan dan belakang, serta bisa bernavigasi memakai pena digital atau stylus. Kedua layar bisa menampilkan hal yang sama atau berbeda alias independen. Ada tombol fisik di papan kunci yang tinggal ditekan untuk mengaktifkan.

Dell menampilkan ultrabook dengan layar berbingkai yang bisa dibalik. Saat dibalik, ultrabook berfungsi sebagai tablet. Ada tombol berlogo Windows di sisi bawah layar untuk mengaktifkan tampilan Windows 8.
Seperti Taichi, ultrabook convertible ini memiliki bobot sekitar 1,5 kilogram. Dengan hanya menyediakan satu layar, ultrabook ini dibanderol seharga sekitar Rp 11 juta.
Adapun Sony Vaio Duo 11 mengadopsi teknologi geser yang sudah diterapkan pada Asus setahun lalu. Bobotnya lebih ringan, yakni sekitar 1,3 kilogram. Namun, dari sisi desain, ultrabook ini terlihat kurang elegan lantaran pinggiran tubuh dari papan kunci terasa tajam.
Seperti ultrabook Asus Taichi, Vaio Duo 11 juga bisa bernavigasi dengan menggunakan stylus atau pena digital. Harganya sekitar Rp 14 juta.
Kekurangan produk ultrabook convertible, selain harganya mahal, adalah bobot yang terasa berat. Hal ini disebabkan oleh, saat berfungsi sebagai tablet, keyboard tetap menempel di bagian belakang. Ini jelas berbeda dengan tablet murni.
Sebagai contoh, iPad 4 yang berbobot 662 gram saja kini terasa kurang nyaman digunakan jika dibandingkan dengan iPad mini yang berbobot 308 gram. »Saya kira tahun depan bakal ada perbaikan-perbaikan,” kata Bryan.
SONY VAIO DUO 11
Prosesor: Intel dual-core generasi ketiga Core i5 3317U, 1.7 GHz
Prosesor grafik: Intel HD Graphics 4000
Memori internal: 6 GB (maksimal 8 GB)
Penyimpanan: 128 GB hard-drive
Layar: 11.6 inci in-plane switching
Resolusi: 1.920 x 1.080 piksel (Full HD)
Harga: Rp 14 juta

DELL XPS 12
Prosesor: Intel dual-core generasi ketiga Core i5-3317U, 1.7 GHz
Prosesor grafik: Intel HD 4000
Memori internal: 4 GB (maksimal 8 GB)
Penyimpanan: 128 GB hard-drive
Layar: 12.5 inci in-plane switching
Resolusi: 1.920 X 1.080 piksel Harga: Rp 11 jutaDell XPS 12 Convertible Touch Ultrabook
ASUS TAICHI
Prosesor: Intel generasi ketiga Core i7
Prosesor grafik: Intel HD 4000
Memori internal: 4 GB (maksimal 8 GB)
Penyimpanan: 128 GB solid-state drive (SSD)
Layar: 11.6 inci in-plane switching
Resolusi: 1.920 x 1.080 piksel (Full HD)
Harga: Rp 16,5 juta
asus taichi 21 tablet specification 500x276 Asus Taichi 21 Ultrabook Convertiible Windows 8 Tablet Hybrid